Ahli Waris Sopian Nurdin Blok Lahan Pujako Pakai Plang

oleh -88 views

Pangkalpinang,terbitanbabel.com – Setelah mendaftarkan gugatannya kepada PT.Timah dan sejumlah tergugat lainnya di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang terkait sengketa lahan di lokasi belakang Pujako kota Pangkalpinang. Ahli waris Sopian Nurdin, Soniati yang memiliki bukti kuat terhadap hak lahan berukuran 70×90 meter persegi tersebut melakukan klime terhadap lahan dengan cara memasang plang di sepanjang batas lahan yang menjadi objek sengketa.

Pemasangan plang dilakukan Soniati melalui pengacaranya Bedi Setiawan Al Fahmi dari kantor pengacara Law Office Advokat Bedis Al Fahmi & Partners (BAP) yang beralamat di Yogyakarta.

Bedi mengatakan, setelah mendaftarkan gugatan secara resmi dan mendapatkan momor gugatannya, kliennya dalam hal ini pihak ahli waris melakukan pemasangan plang di setiap batas lahan untuk menentukan titik guna mempermudah pemeriksaan lokasi dalam proses pengadilan nantinya.

Selain itu, tujuan pemasangan plang juga untuk memberitahukan bahwa pihak ahli waris juga berhak meng-hakki dengan dasar surat yang ada sama seperti PT.Timah yang juga pernah meng-hakki lahan tersebut.

Bedi menerangkan, jumlah plang yang dipasang sebanyak 4 titik batas sesuai dengan surat yang dimiliki dan 1 titik plang pada lokasi yang di anggap strategis.

ia menjelaskan, salah satu batas lahan ini sesuai surat yang dimiliki yaoti di sebelah timur sepanjang 90 meter berbatasan dengan gedung hamidah yang dulunya berfungsi sebagai hotel mulia.

Sidang Perdana

Terkait kelanjutan proses gugatan yang di daftarkan di PN Pangkalpinang, menurut Bedi sejumlah pihak yang di gugat sudah mendapatkan panggilan secara resmi dari PN Pangkalpinang

“Informasinya sudah ada panggilan untuk semua tergugat yang ada di kota Pangkalpinang dan kami juga sudah dipanggil, tapi untuk transmart belum karena alamatnya di Jakarta”, ungkapnya.

Bedi menambahkan, sesuai surat panggilan yang ia terima, sidang perdana sengketa lahan ini akan di gelar pada 24 Februari 2020  nanti sekitar pukul 09.00 WIB bertempat di PN Pangkalpinang.

Untuk sidang perdata ini lanjutnya, biasanya selalu di awali dengan mediasi para pihak secara langsung, namun bila nantinya menempuh jalan persidangan maka sesuai peraturan Mahkama Agung biasanya 6 bulan harus ada putusan.

Dengan adanya gugatan ini, Bedi berharap apa yang ia ajukan bersama kliennya dapat dikabulkan, sebab sesuai bukti otentik yang ada cukup kuat.

Sementara, pihak PT.Timah tbk belum mau di konfirmasi terkait tindakan oleh ahli waris Sopian Nurdin ini.

Humas PT.Timah tbk, Anggi Siaahan beberapa waktu lalu ketika dimintai tanggapannya melalui pesan whats’app tidak membuka pesan yang terkirim, bahkan Anggi juga tidak mengangkat teleponnya ketika di telpon sebanyak 3 kali.*team/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *