Horas Sinaga : Cabe Saya Hanya Dihargai 10 Ribu Per Kilo

oleh -244 views

Belinyu, terbitanbabel.com – Dampak pandemi virus covid-19,dari segi ekonomi sangat terasa terutama di pedesaan.
Semestinya di pedesaan dapat sedikit terhindar dari aspek ekonomi, mengingat di desa masyarakat kebanyakan sumber pendapatannya dari sektor pertanian.

Namun di tengah pandemi virus covid-19 sangat berdampak ke harga komoditas pertanian, misalnya cabe

Horas sinaga (43) warga Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka salah satu petani cabe yang benar benar sangat merasakan dampak tersebut.

Ketika di wawancarai terbitanbabel.com, Jumat 24/4/2020 di kediamannya, Ia menuturkan bahwa untuk memulai usaha kebun cabainya,ia bermodalkan pinjaman dari bank.

“Untuk memulai usaha kebun cabai ini saya bemodalkan pinjaman dari bank, dan saya sudah lama menggeluti usaha kebun cabai ini, biasanya dari hasil usaha cabe saya inilah untuk biaya hidup sehari hari dan bayar cicilan bank, tapi sekarang benar benar terpuruk cabe saya hanya di hargai Rp 10.000/kg,” ucapnya

Ia menambahkan cabai yang laku dijual sekarang cabai hijau di kerumah makan,kalau cabe merah para tengkulak enggan menampung

“Untuk penanaman cabe periode ini saya tidak balik modal, namun saya tidak patah semangat saya akan tetap menggeluti usaha ini, karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda,” jelasnya.

Pria kelahiran Samosir ini pun mengaku sudah mengajukan keringanan cicilan ke pihak bank.

Ketika di singgung apakah sudah dapat bantuan dari pemerintah Desa, dia mengaku belum mendapatkan bantuan apapun.

(Budiman siregar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *